Asal Usul Ikan Sapu-sapu
Ikan Sapu-sapu Menjadi Invasif
Populasi Ikan Sapu-sapu Harus Dikendalikan

Ikan sapu-sapu adalah jenis ikan invasif yang kini banyak dijumpai di sejumlah sungai di Indonesia. Belakangan, banyak pihak mulai memburu ikan sapu-sapu untuk memulihkan ekosistem sungai. 

Perburuan ikan sapu-sapu sebenarnya telah dilakukan sejak lama. Namun, kegiatan berburu ikan sapu-sapu menjadi sorotan usai kreator konten, Arief Kamarudin, membagikan aktivitas berburunya di media sosial. 

Arief Kamarudin, 34 tahun, adalah pegiat lingkungan asal Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Ia aktif menyelami Sungai Ciliwung dan sejumlah sungai lain di Jakarta untuk membasmi ikan sapu-sapu. 

“Saya dari kecil mainnya di Kali Ciliwung. Setiap kali menangkap ikan untuk dikonsumsi, dapatnya selalu ikan sapu-sapu. Kok banyak banget,” ujar Arief dalam Podcast Close The Door, dikutip Kamis (30/4/2026).

Ikan sapu-sapu hasil tangkapan Arief banyak dimusnahkan dengan cara dikubur atau dibakar. Cara pemusnahan ini rupanya mendapat perhatian warganet. 

Sebagian besar memuji langkah Arief menyelamatkan ekosistem Sungai Ciliwung. Namun, tak sedikit yang mencibir karena dianggap kejam terhadap binatang. 

Konten membasmi ikan sapu-sapu tersebut berhasil menggerakkan Pemerintah Provinsi Jakarta. Operasi perang melawan ikan sapu-sapu di Sungai Ciliwung mulai dilakukan pada Jumat (17/4/2026). Melibatkan warga, pasukan oranye, Kementerian Kelautan dan Perikanan, hingga TNI. 

Menurut laporan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Jakarta, populasi ikan sapu-sapu telah mendominasi 60 persen perairan di Jakarta.  

Arief Kamarudin menggenggam ikan sapu-sapu hasil buruannya di Sungai Ciliwung. Youtube/Arief Kamarudin

Asal Usul Ikan Sapu-sapu

Ikan sapu-sapu adalah spesies ikan yang memiliki habitat asli di Sungai Amazon di Amerika Selatan. Ikan sapu-sapu biasanya hidup di sungai berarus deras. Tidak heran jika ikan ini dilengkapi dengan mulut yang mampu menyedot bagian dasar sungai untuk bertahan dari arus deras. 

Dosen Zoologi dari Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dra. Hariyatmi, M.Si., menjelaskan ikan sapu-sapu masuk ke Indonesia melalui perdagangan ikan hias pembersih akuarium.

Makanan ikan sapu-sapu adalah lumut, ganggang, dan detritus. Di alam bebas ikan sapu-sapu juga memakan bangkai hewan lain. 

“Nafsu makan ikan ini luar biasa dengan menggunakan cakram di mulutnya. Perilaku membersihkan ini yang menyebabkan ikan ini disebut ikan sapu-sapu,” papar Hariyatmi, Kamis (30/4/2026).

Ikan ini dapat tumbuh hingga 50-60 sentimeter, sehingga terlalu besar untuk ukuran akuarium. Invasi ikan sapu-sapu di perairan Jakarta diduga berawal dari pemilik akuarium yang membuang ikan sapu-sapu di sungai. 

Lantas, apakah ikan sapu-sapu dapat dimakan? Jawabannya bisa. Namun, pengolahannya kurang begitu populer. Di negara asalnya, seperti Brazil dan Venezuela, ikan sapu-sapu kurang populer karena dagingnya kalah sedap dibanding daging ikan lainnya.

Ikan Sapu-sapu Menjadi Invasif

Kenapa ikan sapu-sapu hama? Pertanyaan ini kerap terlontar dari beberapa warganet yang melihat aksi Pemprov Jakarta dalam menangani ikan sapu-sapu. 

Ikan sapu-sapu menjadi ikan hama invasif di Indonesia sebab tidak memiliki predator alami. Di habitat aslinya di Sungai Amazon, ikan sapu-sapu memiliki predator alami, yakni ikan Common Snook (Centropomus undecimalis), ikan Tarpon (Megalops atlanticus), buaya Spectacled Caiman (Caiman crocodilus), dan burung Neotropic Cormorant (Phalacrocorax brasilianus).

Ikan sapu-sapu memiliki kemampuan reproduksi dalam skala masif. Ikan ini diperkirakan mampu menghasilkan 3.000 telur dalam satu siklus reproduksi. Sejumlah peneliti menduga ikan sapu-sapu mampu bereproduksi sebanyak tiga kali dalam setahun.

Hariyatmi menyebut ikan sapu-sapu jantan mampu menggali lubang di dinding sungai untuk melindungi telur ikan sapu-sapu betina. “Ikan ini menggali menggunakan tubuhnya yang dilapisi sisik keras dari bahan tulang,” beber dia.

Ikan di Sungai Ciliwung umumnya bertelur pada cekungan di dasar sungai. Sayangnya, ikan sapu-sapu kerap memakan telur ikan lokal. Hal ini berimbas pada menurunnya populasi ikan lokal di Sungai Ciliwung.

Ikan sapu-sapu juga memiliki kemampuan bertahan hidup di lingkungan ekstrem. Sungai Ciliwung menjadi salah satu contoh sungai di Jakarta yang memiliki cemaran limbah akibat pembangunan yang tidak berwawasan lingkungan.

Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta menguji kualitas air Sungai Ciliwung. Dikutip dari Harian Kompas pada Kamis, air Sungai Ciliwung mengandung timbal berkisar 0,069–0,102 miligram per liter (mg/L) atau melebihi baku mutu 0,03 mg/L. Kandungan merkuri 0,006–0,101 mg/L yang melampaui standar 0,002 mg/L. Serta kandungan kadmiumnya 0,031–0,05 mg/L yang melampaui baku mutu 0,01 mg/L.

Kendati demikian, ikan sapu-sapu masih mampu bertahan hidup di tengah kondisi sungai tercemar. Hariyatmi mengatakan ikan sapu-sapu mampu memodifikasi lambungnya untuk membantu bernafas di perairan yang minim oksigen. “Ikan ini sangat tangguh dalam bertahan hidup,” ujarnya. 


Populasi Ikan Sapu-sapu Harus Dikendalikan

Cara pembasmian ikan sapu-sapu oleh Arief Kamarudin dan Pemprov Jakarta sempat menuai kritik dari beberapa pihak. Salah satunya adalah Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menganggap penguburan hidup-hidup ikan sapu tidak sesuai dengan syariat Islam karena memperlambat kematian. Kendati demikian, MUI tetap mengakui niat baik Pemprov Jakarta dalam menjaga ekosistem perairan.

Sementara Hariyatmi memandang perlu cara lain untuk mengolah ikan sapu-sapu menjadi bahan lain. Caranya dengan mencari nilai ekonomi dari pemanfaatan ikan sapu-sapu. 

Daging ikan sapu-sapu dapat diolah menjadi bahan pakan ternak. Kulit Ikan sapu-sapu yang tebal dapat dimanfaatkan sebagai bahan tas atau dompet. Sedangkan bagian tubuh ikan lainnya dapat dimanfaatkan menjadi pupuk cair.

“Namun, perlu dicek kandungan daging ikan ini apakah mengandung bahan berbahaya atau tidak, karena ikan ini sanggup memakan apa saja yang ada di sungai,” tegasnya.

Penelitian terbaru yang dilakukan Arief Kamarudin bersama laboratorium Mutu International menemukan kandungan bakteri E. Coli mencapai 350 MPN/g, jauh melampaui batas aman standar nasional (3 MPN/g). Sementara kandungan timbal sebanyak 0,365 miligram per kilogram. Kandungan logam lainnya, seperti merkuri dan kadmium juga ditemukan dalam jumlah kecil. Namun, tetap berisiko jika dikonsumsi dalam jangka waktu lama.

Hariyatmi juga mendorong pemerintah daerah maupun pusat untuk menindak tegas aksi melepasliarkan ikan sapu-sapu di alam bebas. Bersamaan dengan itu, ia mengajak akademisi di Indonesia untuk meneliti strategi agar perkembangbiakan ikan sapu-sapu dapat dihambat tanpa perlu membunuh ikan tersebut.

“Dapat juga dilakukan penelitian atau pengkajian mengenai cara menghambat perkembangbiakan Ikan-sapu-sapu  tanpa membunuh Ikan tersebut. Bisa saja dengan menghambat pembuahan telur atau menghambat telur menjadi tidak dapat menetas,” tandasnya.


Penulis: Gede Arga Adrian

Editor: Al Habiib Josy Asheva

Penelitian

image-featured
23 Mei 2026

Waham magis-mistis menjadi salah satu gejala yang dapat muncul pada pasien skizofrenia. Perlu pendekatan komunikasi terapeutik untuk menggali masalah pada pasien dengan gangguan jiwa.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
image-featured
11 April 2026

Kandungan gizi MPASI berkaitan dengan keputusan ibu. Pemberdayaan perempuan dan dukungan sosial menjadi kunci gizi buah hati terpenuhi.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
6 Maret 2026

Penanganan bencana harus selaras dengan komunikasi bencana yang cepat, tepat, dan berempati pada korban. Mendukung pemulihan dan memberikan kepastian kepada masyarakat.

sdgs-label
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.