Apa Itu Gas Air Mata?
Efek Gas Air Mata
Pertolongan Pertama Gas Air Mata
Catatan Kelam Gas Air Mata

Publik kembali menyoroti penggunaan gas air mata oleh aparat kepolisian pada serangkaian aksi protes sepanjang 25-31 Agustus 2025. Pasalnya, penggunaan gas air mata tersebut, tak hanya untuk membubarkan massa aksi, tetapi menyebar hingga masuk pemukiman warga. 

Penggunaan gas air mata memang diperbolehkan di Indonesia. Gas air mata kerap digunakan untuk mengendalikan massa. Aturan mengenai gas air mata termaktub dalam Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2009. 

Sayangnya, penggunaan gas air mata masih mengundang polemik di kalangan masyarakat. Musababnya, gas air mata yang ditembakkan aparat keamanan ke arah massa juga menyebar hingga perkampungan warga sekitar. Tercatat dalam sejumlah kasus, aparat keamanan masih menggunakan gas air mata yang telah kadaluarsa.

Apa Itu Gas Air Mata?

Gas air mata adalah senjata kimia yang digunakan untuk merangsang kelenjar air mata agar mengeluarkan air mata. Fungsi tersebut membuat gas air mata masuk ke dalam golongan lakrimator. 

Lantas gas air mata terbuat dari apa? Dosen Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), apt. Ahmad Fauzi, S. Farm., M.Farm., menjelaskan gas air mata lazimnya memiliki terbagi ke dalam dua jenis zat utama. 

Gas air mata mengandung zat yang bernama 2-klorobenzylmalononitril atau biasa disebut gas CS dan gas semprotan merica atau pepper spray bernama oleoresin capsaicin (OC).

“Untuk penggunaan saat ini hanya ada dua jenis zat kimia yang diizinkan secara global, yakni gas CS dan gas OC” kata dosen yang akrab disapa Fauzi ini, Rabu (3/9/2025). 

Efek Gas Air Mata

Fauzi menjelaskan kandungan gas CS dan gas OC pada gas air mata membuat mata memerah. Kedua gas tersebut juga dapat membuat sesak napas. 

Efek gas air mata pada tubuh pun beragam. Fauzi mengatakan ada tiga kategori efek yang dirasakan pada tubuh, yakni efek lokal dan efek sistemik. 

Gas air mata dapat menyebabkan efek lokal, meliputi:

  • Mata pedih, berair, dan mengeluarkan air mata berlebih. 
  • Pandangan kabur sementara
  • Hidung berair
  • Tenggorokan gatal
  • Batuk 
  • Sesak napas
  • Kulit terbakar
  • Kulit kemerahan (eritema)
  • Kulit gatal bahkan melepuh pada area lembab (lipatan kulit).

Sementara efek sistemik pada tubuh, antara lain:

  • Rasa panik, cemas, disorientasi
  • Sakit kepala, mual, pusing
  • Pada dosis tinggi atau ruang tertutup dana berisiko hipoksia (kekurangan oksigen) yang bisa berujung pingsan atau bahkan fatal.

“Efek lokal ini biasanya bertahan sekitar 30 menit setelah paparan gas. Sedangkan efek sistemik akan semakin diperparah jika gas air mata yang digunakan sudah kadaluarsa,” imbuh Fauzi.

Pertolongan Pertama Gas Air Mata

Lantas apa yang harus dilakukan saat terkena paparan gas air mata? Fauzi menjelaskan jika masyarakat terkena gas air mata, sejumlah hal ini dapat dilakukan sebagai pertolongan pertama.

  • Segera menjauh dari sumber paparan. Usahakan berada di tempat terbuka dan berlawanan dengan arah mata angin. 
  • Hindari mengucek mata atau wajah. Gas air mata akan membuat mata kemerahan. Mengucek mata akan membuat mata bertambah perih.
  • Cuci bagian tubuh yang terkena gas air mata dengan air bersih mengalir atau larutan saline (cairan infus NaCl 0,9%).
  • Lepas pakaian yang terkena partikel gas air mata.
  • Jika mengalami gangguan pernapasan, tetap bernapas dengan tenang. Jangan panik. Bila perlu, gunakan oksigen kaleng atau inhaler (khusus penderita gangguan pernapasan). 
  • Jika mengalami sesak berat, segera hubungi tim medis. 

Fauzi juga menyarankan bagi masyarakat yang ingin mengikuti aksi atau sedang berada di sekitar zona aksi untuk mempersiapkan masker. Masyarakat juga dapat menggunakan kacamata khusus laboratorium untuk melindungi mata dari paparan gas air mata. 

“Tapi kalau di luar negeri itu kan biasanya kalau dilempar gas air mata, gas air matanya akan dilempar balik ke petugasnya,” seloroh dia.

Fauzi juga mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan pasta gigi pada wajah. Sebab, belum ada uji ilmiah yang membuktikan kemampuan pasta gigi dalam menangkal gas air mata. 

Catatan Kelam Gas Air Mata

Aparat kepolisian menggunakan gas air mata untuk mengendalikan massa. Salah satu jejak kelam penggunaan gas air mata adalah saat laga sepak bola antara Arema dengan rivalnya Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, 1 Oktober 2022. 

Masyarakat mengenalnya sebagai Tragedi Kanjuruhan. Saat itu, polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan penonton. Sayangnya, kepanikan yang merebak di kalangan penonton membuat ratusan penonton memenuhi salah satu pintu keluar. 

Alhasil penghimpitan kerumunan pun tak terhindarkan. Tercatat 135 orang tewas dalam tragedi sepak bola terburuk di Indonesia sepanjang sejarah itu. 

Teranyar, gas air mata digunakan untuk memukul mundur mahasiswa yang melakukan demonstrasi di Kota Bandung, Senin (1/9/2025) lalu. Polisi menembakkan gas air mata hingga masuk ke dalam kampus Universitas Islam Bandung dan Universitas Pasundan. Insiden tersebut melukai puluhan mahasiswa, tenaga medis, dan petugas keamanan.


Penulis: Gede Arga Adrian

Editor: Al Habiib Josy Asheva

Penelitian

image-featured
23 Mei 2026

Waham magis-mistis menjadi salah satu gejala yang dapat muncul pada pasien skizofrenia. Perlu pendekatan komunikasi terapeutik untuk menggali masalah pada pasien dengan gangguan jiwa.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
image-featured
11 April 2026

Kandungan gizi MPASI berkaitan dengan keputusan ibu. Pemberdayaan perempuan dan dukungan sosial menjadi kunci gizi buah hati terpenuhi.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
6 Maret 2026

Penanganan bencana harus selaras dengan komunikasi bencana yang cepat, tepat, dan berempati pada korban. Mendukung pemulihan dan memberikan kepastian kepada masyarakat.

sdgs-label
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.