Gejala Cacar Monyet
Cacar Monyet di Indonesia
Pencegahan Penularan Cacar Monyet

Belakangan ini, warganet dihebohkan dengan kabar jumlah cacar monyet atau monkeypox (Mpox) yang tersebar di jagat maya. Temuan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut sebanyak 88 kasus Mpox terjadi di Indonesia. Lalu, apa itu Mpox? 

Cacar monyet adalah penyakit yang disebabkan oleh virus monkeypox atau MPXV. Penyakit ini termasuk penyakit zoonosis, yaitu penyakit pada hewan yang bisa menular ke manusia. Ahli epidemiologi sosial dan perilaku dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dr. Yuli Kusumawati, S.K.M., M.Kes., menyebut virus MPXV adalah virus DNA beruntai ganda berselubung dari genus Orthopoxvirus dalam famili Poxviridae.

Virus cacar monyet masih satu keluarga dengan virus variola, cacar sapi, hingga virus vaccinia. “Dua klade (kelompok taksonomi) genetik virus Mpox adalah klade I dan II,” ujarnya saat dihubungi melalui Whatsapp pada Kamis (22/8/2024).

Yuli menjelaskan Mpox dapat menular melalui beberapa cara, antara lain kontak fisik dengan penderita Mpox, percikan air liur penderita Mpox, kontak dengan bahan yang terkontaminasi virus, atau kontak dengan hewan yang terinfeksi. 

“Penularan cacar monyet dari orang ke orang dapat terjadi melalui kontak langsung dengan kulit yang penderita atau lesi lain seperti di mulut atau alat kelamin,” imbuh Yuli. Beberapa cara perpindahan virus cacar monyet antara lain:

  • Tatap muka melalui berbicara atau bernapas
  • Sentuhan kulit
  • Seks melalui vagina atau anal
  • Berciuman dari mulut ke mulut
  • Kontak mulut ke kulit seperti seks oral atau mencium kulit
  • Tetesan pernapasan atau aerosol jarak pendek dari kontak dekat yang berkepanjangan

Yuli, yang juga menjabat Kepala Program Studi Kesehatan Masyarakat UMS itu, menyebut penyebaran penyakit ini tidak pandang bulu. “Siapapun dapat berisiko terkena cacar monyet. Anak-anak, orang hamil, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah berisiko mengalami komplikasi Mpox,” jelas dia.

Gejala Cacar Monyet

Ahli epidemiologi itu menjelaskan gejala cacar monyet akan dimulai dalam waktu seminggu, tetapi dapat muncul 1–21 hari setelah terpapar. Gejala cacar monyet biasanya berlangsung selama dua hingga empat minggu. 

Gejala cacar monyet antara lain: 

  • Ruam bernanah dan keropeng
  • Demam
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Sakit punggung
  • Energi rendah
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak, selangkangan, atau leher. 
  • Lesi atau luka-luka terjadi di telapak tangan dan telapak kaki, wajah, mulut dan tenggorokan, serta daerah genital dan dubur.

“Gejala cacar monyet bisa bertahan lebih lama pada seseorang dengan sistem kekebalan yang lemah,” tutur dia.

Lalu, apakah cacar monyet menyebabkan kematian? Menurut Yuli, cacar monyet dapat menyebabkan kematian. Merujuk pada data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), angka kematian (Case Fatality Rate atau CFR) untuk virus Subclade Ib yang ditularkan sebagian besar dari kontak seksual sebesar CFR 11 persen. Sedangkan Clade II yang berasal dari di Afrika Barat dengan Subclade IIa dan IIb mempunyai CFR 3,6 persen.

Namun, masyarakat tidak perlu khawatir. Yuli menjelaskan penyakit cacar monyet dapat sembuh dan gejala dapat hilang dengan sendirinya, tetapi beberapa orang mungkin bisa mengalami komplikasi. Pengobatan dilakukan untuk mengatasi ruam, rasa sakit, dan mencegah komplikasi. Perawatan dini dan suportif juga penting untuk membantu mengelola gejala dan menghindari masalah lebih lanjut.


Cacar Monyet di Indonesia

Cacar monyet di Indonesia menurut laporan Kemenkes tercatat sebanyak 88 kasus per Sabtu (17/8/2024). Mengutip laman Kemenkes, sebanyak 59 kasus terjadi di DKI Jakarta, 13 kasus di Jawa Barat, 9 di Banten, 3 di Jawa Timur, 3 di DI Yogyakarta, dan 1 di Kepulauan Riau. 

Dari jumlah tersebut, sebanyak 87 kasus telah dinyatakan sembuh. Jika dilihat tren mingguan kasus konfirmasi Mpox di Indonesia dari tahun 2022 hingga 2024, periode dengan kasus terbanyak terjadi pada Oktober 2023.

Plh. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI dr. Yudhi Pramono, M.A.R.S., mengatakan dari 88 kasus yang dikonfirmasi, sebanyak 54 kasus memenuhi kriteria untuk dilakukan whole genome sequencing (WGS) guna mengetahui varian virusnya.

“Dari 54 kasus ini seluruhnya varian Clade IIB. Clade II ini mayoritas menyebarkan wabah Mpox pada tahun 2022 hingga saat ini dengan fatalitas lebih rendah dan ditularkan sebagian besar dari kontak seksual,” ujar dr. Yudhi pada konferensi pers Perkembangan Kasus Mpox di Indonesia, Minggu (18/8/2024).

Melihat kasus tersebut, Yuli menekankan masyarakat untuk menaati aturan untuk memutus rantai penularan Mpox. “Jika pemerintah sudah memberikan informasi kewaspadaan, seharusnya masyarakat menanggapi dan merespon dengan benar-benar menaati peraturan dan kebijakan pemerintah untuk memutus rantai penularan tersebut,” tegas dia.

Sampai saat ini WHO telah mengumumkan adanya kewaspadaan. Direktur Jenderal WHO pada Rabu (14/8/2024) menyatakan di bawah Peraturan Kesehatan Internasional (2005), cacar monyet menjadi keadaan darurat kesehatan masyarakat internasional (PHEIC) karena meningkatnya kasus di Republik Demokratik Kongo (RDK) dan beberapa negara Afrika lainnya.

Deklarasi PHEIC dipengaruhi oleh munculnya dan penyebaran cepat dari jenis virus Clade Ib yang baru di RDK. Sangat mungkin jika virus tersebut telah menyebar di seluruh Afrika dan di luar Afrika.

“Jika WHO sudah menyatakan bahwa cacar monyet menjadi keadaan darurat kesehatan masyarakat internasional, maka semua negara seharusnya bersiap siaga dan membuat suatu kebijakan-kebijakan agar virus tidak menyebar dan lebih banyak lagi terjadi penularan di masyarakat Indonesia,” sambungnya.

Pencegahan Penularan Cacar Monyet

Cacar monyet dapat dicegah dengan menghindari kontak fisik dengan penderita Mpox. Selain itu, masyarakat juga dapat melakukan vaksinasi agar membantu mencegah infeksi pada orang yang berisiko.

Yuli mengatakan vaksin harus diberikan dalam waktu empat hari setelah kontak dengan penderita Mpox atau dalam waktu hingga 14 hari jika tidak ada gejala. Orang yang berisiko tinggi tertular dianjurkan untuk mendapatkan vaksinasi untuk mencegah infeksi Mpox, terutama pada saat terjadi wabah. Beberapa orang yang berisiko terkena Mpox menurut WHO adalah:

  • Petugas kesehatan yang berisiko terpapar
  • Laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki
  • Orang dengan banyak pasangan seks
  • Pekerja seks

Untuk mencegah penularan cacar monyet, beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:

  • Hindari kontak kulit dengan orang yang bergejala
  • Jangan berhubungan seks dengan orang yang bergejala (ruam, bernanah atau keropeng)
  • Pakai masker saat merasa tubuh tidak sehat atau bergejala
  • Jangan menggunakan perlengkapan pribadi orang lain (baju, handuk, spei)
  • Cuci tangan dengan sabun

“Jika mengalami gejala, maka segera ke puskesmas atau rumah sakit. Jangan lupa menutup luka atau koreng dengan kasa agar tidak menularkan ke orang lain,” pesan Yuli mengakhiri wawancara.


Penulis: Gede Arga Adrian

Editor: Al Habiib Josy Asheva

Penelitian

image-featured
23 Mei 2026

Waham magis-mistis menjadi salah satu gejala yang dapat muncul pada pasien skizofrenia. Perlu pendekatan komunikasi terapeutik untuk menggali masalah pada pasien dengan gangguan jiwa.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
image-featured
11 April 2026

Kandungan gizi MPASI berkaitan dengan keputusan ibu. Pemberdayaan perempuan dan dukungan sosial menjadi kunci gizi buah hati terpenuhi.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
6 Maret 2026

Penanganan bencana harus selaras dengan komunikasi bencana yang cepat, tepat, dan berempati pada korban. Mendukung pemulihan dan memberikan kepastian kepada masyarakat.

sdgs-label
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.