Risiko Kesehatan

Bagi Nova (24), pegawai salah satu badan usaha milik negara di Jawa Timur, malam hari adalah waktu yang tepat untuk bersantai usai didera pekerjaan seharian. Namun, keheningan malam yang seharusnya menenangkan malah berganti dengan suara dangdut yang menggelegar. 

Berselang satu rumah dari kediaman Nova di daerah Tuban, Jawa Timur, tetangganya tengah sibuk mempersiapkan kenduri kawinan. Rupanya, tetangga tersebut melakukan soundcheck satu malam sebelum menggelar kondangan keesokan harinya. Sound segede gaban itu mendendangkan dangdut hampir semalam suntuk. 

Kelakuan tetangganya itu membuat Nova tak bisa tidur nyenyak. Apesnya lagi, kamarnya yang terletak di bagian depan rumah membuat jarak Nova hanya sejengkal dari sumber suara. Kaca jendela di kamarnya pun ikut bergetar saking menggelegarnya musik yang dimainkan tetangganya. 

“Itu malam, benar-benar yang malam sekitar jam 9 atau jam 10 gitu. Padahal itu kan jam istirahat ya. Di depan rumah itu benar-benar check sound sampai pagi jam 3,” kenang Nova saat dihubungi via telepon, Kamis (19/12/2024). 

Kejadian malam itu membuat Nova dan keluarganya tak dapat tidur nyenyak. “Ini kenapa check sound malam-malam, sih?” ujar Nova mengulangi protes kakaknya.

Nova menuturkan, sudah menjadi kebiasaan di desanya untuk melakukan soundcheck di malam hari. Tak banyak yang bisa memprotes kebiasaan tersebut. Dirinya melihat warga desa mencoba memaklumi walaupun hal tersebut mengganggu. “Namanya juga hidup di desa,” seloroh dia.

Tak hanya di acara kawinan, sound yang menggelegar juga kerap dimainkan saat malam takbiran jelang Idul Fitri. Kali ini pengeras suara dipasang pada truk dan diarak mengelilingi kampung. Nova sempat menyaksikannya pada momen lebaran kemarin. 

Sebuah truk bermuatan perangkat pengeras suara raksasa melintas di muka rumahnya. Para warga desa juga mengikuti parade tersebut. Mereka menaiki motor dan mengekor di belakang truk. Parade tersebut jamak disebut sound horeg

Sound horeg adalah sebutan untuk perangkat sound system berukuran besar yang membunyikan musik secara menggelegar. Sound horeg banyak digemari masyarakat lantaran menyajikan hiburan musik secara gratis. 

Menurut Hartanto (22), pria yang pernah menjadi panitia acara sound horeg, kultur membunyikan pengeras suara hingga menggelegar tersebut telah berkembang sejak tahun 2011-an. Kemunculan sound horeg bermula saat pemilik vendor sound system di wilayah Kediri, Malang, Blitar, dan Tulungagung, Jawa Timur, mengadakan parade karnaval sambil membawakan musik-musik dangdut. 

Terdapat dua tipe sound horeg yang berkembang di masyarakat Jawa Timur, yakni tipe menetap dan tipe karnaval. Umumnya, tipe menetap digelar di lapangan terbuka, meskipun tak jarang digelar di jalanan kampung untuk hajatan tertentu. Sedangkan, pada tipe karnaval, perangkat pengeras suara dipasang di atas truk dan diarak mengelilingi kampung. 

Perangkat yang digunakan untuk sound horeg adalah pengeras suara bertipe subwoofer. Perangkat tersebut mampu menghasilkan suara bass yang menggelegar. Vendor akan merangkai sekitar 12 subwoofer salam satu truk dengan sumber listrik yang berasal dari genset. 

Truk yang sudah dirangkai dengan subwoofer kemudian dilengkapi dengan lampu hias untuk keperluan penerangan jika parade dilakukan di malam hari. “Mereka (vendor sound system) modifikasi subwoofer-nya sendiri-sendiri mana yang paling ngebass,” kata pria asal Jombang itu. “Karena hiburan di sana, kan, biasanya dangdut, jadi mereka mengedepankan suara bass-nya.”

Sound horeg umumnya dimainkan saat peringatan kemerdekaan RI, bedah desa, atau acara-acara khusus. Hartanto menuturkan, perangkat desa di Jawa Timur akan mengalokasikan anggaran khusus untuk menggelar karnaval sound horeg

Tak jarang anggaran tersebut tidak memberikan profit bagi pemilik vendor. Sebabnya, parade sound horeg lambat laun berubah menjadi ajang gengsi dan unjuk gigi pemilik vendor sound system. Uang tak lagi jadi soal, yang penting suara tetap menggelegar. 


Risiko Kesehatan

Polusi suara akibat sound horeg telah menimbulkan kontroversi. Salah satunya karena suara yang terlampau bising dapat mengakibatkan beberapa bangunan mengalami retak, kaca jendela pecah, atau genting berjatuhan. 

Belum lagi beberapa fasilitas privat dan umum yang sengaja dirusak untuk memudahkan pergerakan karnaval sound horeg, seperti atap warung yang menjorok ke jalan, pembatas jembatan, hingga lampu penerangan jalan. Suara menggelegar itu juga berpotensi mengganggu sistem pendengaran manusia. 

Menurut pewartaan Kompas, sound horeg memiliki tingkat kebisingan mencapai 135 desibel. Angka tersebut melampaui batas kebisingan yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). 

Dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT), dr. Arne Laksmiasanti., Sp.THT-KL., mengatakan WHO telah merekomendasikan volume suara maksimal yang aman untuk telinga manusia adalah 85 desibel untuk durasi maksimal 8 jam. 

Arne menjelaskan, sound horeg dengan intensitas bising mencapai 135 desibel dapat menyebabkan gangguan pendengaran akibat bising (noise induced hearing loss/NIHL). Gangguan tersebut masuk ke dalam tipe saraf atau sensorineural. “Mengakibatkan kerusakan struktur serabut saraf telinga bagian dalam,” ujar Arne saat dihubungi melalui WhatsApp, Rabu (18/12/2024).

Telinga manusia yang dipaksa menerima suara dengan desibel tinggi akan mengalami kerusakan koklea. Ada dua tingkatan kerusakan koklea, yakni peningkatan ambang dengar sementara dan peningkatan ambang dengar menetap.

Peningkatan ambang dengar sementara terjadi akibat bising dengan intensitas minimal 75 desibel. Efeknya, manusia akan mengalami gangguan pendengaran sementara, rasa penuh di telinga, hingga suara berdenging. 

Sedangkan, peningkatan ambang dengar menetap terjadi akibat bising dengan intensitas lebih dari 140 desibel. Dampaknya akan membuat kerusakan permanen pada koklea. 

“Jika sudah terjadi peningkatan ambang dengar menetap dan terjadi kerusakan permanen pada sel-sel koklea, gangguan pendengaran tidak bisa disembuhkan,” tegas dokter yang mengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) itu.

Arne menuturkan, manusia yang mengalami gangguan pendengaran permanen akibat kerusakan koklea masih mempunyai harapan untuk mendengar suara dengan lebih baik. Ada dua cara yang dapat dilakukan, yakni memakai alat bantu dengar atau memasang implan koklea. 

Mengutip Alodokter, ada dua tipe alat bantu dengar yang umum digunakan, yakni alat bantu dengar analog dan digital. Alat bantu dengar analog bekerja dengan cara mengubah suara menjadi sinyal elektrik. Sedangkan alat bantu dengar digital mengubah suara yang masuk menjadi kode numerik seperti pada komputer. Tujuannya agar dapat diprogram secara khusus untuk memperkuat frekuensi suara. 

Sedangkan implan koklea adalah tindakan medis untuk mengganti fungsi telinga yang rusak. Dokter akan memasangkan alat elektronik kecil di area dalam telinga untuk merangsang saraf pendengaran. Alat itu akan menghasilkan sinyal suara yang kemudian disalurkan ke otak melalui saraf pendengaran. 

Alat tersebut lebih bermanfaat untuk penderita tuli saraf. Pengguna dapat memahami suara yang timbul, sinyal-sinyal peringatan, termasuk memahami percakapan orang dalam telepon. 

Pemasangan alat bantu dengar dan implan koklea seharusnya menjadi opsi terakhir yang dapat dipilih masyarakat. Pilihan terbaik saat ini adalah mengantisipasi dampak negatif akibat sound horeg. Sudah semestinya masyarakat lebih bijak dan arif dalam memilih hiburan yang aman. 


Penulis: Gede Arga Adrian

Editor: Al Habiib Josy Asheva

Penelitian

image-featured
23 Mei 2026

Waham magis-mistis menjadi salah satu gejala yang dapat muncul pada pasien skizofrenia. Perlu pendekatan komunikasi terapeutik untuk menggali masalah pada pasien dengan gangguan jiwa.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
image-featured
11 April 2026

Kandungan gizi MPASI berkaitan dengan keputusan ibu. Pemberdayaan perempuan dan dukungan sosial menjadi kunci gizi buah hati terpenuhi.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
6 Maret 2026

Penanganan bencana harus selaras dengan komunikasi bencana yang cepat, tepat, dan berempati pada korban. Mendukung pemulihan dan memberikan kepastian kepada masyarakat.

sdgs-label
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.