Setelah menyambangi beberapa daerah di Indonesia, Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial (PSBPS) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) akhirnya menggelar Pelatihan Nasional Pancasila Sebagai Laku di Ruang Seminar Pascasarjana UMS, 11-13 Juni 2024.

Antusiasme tampak dari 50 peserta yang hadir. Para peserta hadir dari Universitas Negeri Semarang, Universitas Ivet Semarang, Universitas Cokroaminoto Yogyakarta, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta, UIN Salatiga, Universitas Muhammadiyah Magelang, dan Universitas Borneo Tarakan. 

Direktur Eksekutif PSBPS UMS, Yayah Khisbiyah, mengatakan acara ini adalah bentuk komitmen Muhammadiyah dalam mendukung Pancasila sebagai Darul ’Ahdi Wa Syahadah. Mengutip laman resmi Muhammadiyah, konsep tersebut merupakan pedoman bagi kaum muslim saat terjadi pertukaran ideologi dalam skala global maupun nasional. 

“Program ini juga merupakan  respon dari kemunduran demokrasi, bukan hanya yang terjadi di masyarakat, tetapi juga di lingkup penyelenggara negara. Di sanalah PSBPS melihat peluang bagaimana cara menyemai nilai-nilai Pancasila dalam lokus perguruan tinggi yang punya massa yang cukup banyak,” kata Yayah dalam sambutannya, Selasa (11/6/2024).

Wakil Rektor I UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, mengatakan mata kuliah Pancasila pernah menjadi momok dalam ujian negara. Padahal, nilai Pancasila harus terus dibumikan dalam bentuk perilaku oleh berbagai kalangan, khususnya generasi muda. Pancasila sebagai laku adalah cara baru yang dilakukan UMS untuk membumikan ideologi tersebut. “Pancasila bukan hanya hafalan tetapi harus menjadi amalan dan menjadi laku,” ujarnya.

Harun menambahkan gagasan Pancasila sebagai laku merupakan sebuah invensi baru. Menurutnya, bila melihat empat pilar UNESCO, Pancasila masih pada tataran learning to know. Tetapi, sambung Harun, dalam kegiatan ini, Pancasila berhasil mencapai tataran learning to do

“Saya berharap program ini dapat diterjemahkan dalam sebuah program dengan menaikkan level menjadi learning to be hingga learning to live together,” sambung dia.

Baca juga: PSBPS UMS Gelar Roadshow Pelatihan Nasional “Pancasila Sebagai Laku”, dari Jakarta sampai Papua


Para peserta roadshow Pancasila sebagai Laku berfoto bersama di depan Gedung Pascasarjana UMS. dok.PSBPS UMS

Pelatihan Pancasila sebagai laku resmi dibuka perwakilan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Andi Bayu Bawono. Dalam sambutannya, Andi menyatakan program ini berangkat dari berbagai keresahan, salah satunya degradasi moral yang terjadi di masyarakat.

Acara kemudian dilanjutkan sesi orientasi program. Direktur Riset dan Publikasi PSBPS, Mohammad Thoyibi, menuturkan pemerintah Orde Baru berusaha memastikan sosialisasi Pancasila ke seluruh lapisan masyarakat. Sosialisasi tersebut tidak hanya kepada aparat sipil dan militer, tetapi juga kepada pelajar, mahasiswa, masyarakat umum, hingga ibu rumah tangga melalui paket-paket penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4). 

Thoyibi mengungkapkan hasil penelitian PSBPS bahwa materi pembelajaran Pendidikan Pancasila tidak kontekstual, metode pembelajaran dosen monoton, dan capaian pembelajarannya belum menyentuh ranah afektif. Melalui pelatihan tersebut, pengampu Pancasila diharapkan dapat menerapkan pendekatan andragogi dan menggunakan metode pembelajaran yang lebih interaktif, kritis, dan reflektif. 

“Dengan materi yang kontekstual, peserta didik diharapkan dapat lebih menghayati realitas kemajemukan bangsa Indonesia, memiliki pandangan yang kritis, serta dapat mengasah keterampilan berkomunikasi dan berkolaborasi,” terang Thoyibi.

Baca juga: Mengukuhkan Pancasila Sebagai Laku di Bumi Kalimantan


Peserta roadshow tengah berfoto bersama usai mengikuti rangkaian kegiatan pelatihan nasional yang digelar PSBPS UMS. dok.PSBPS UMS

Abdillah, salah satu peserta dari Universitas Negeri Semarang, mengungkapkan sebagai dosen, dia merasa masih kurang pengalaman dalam mengampu Pendidikan Pancasila. Dia mendapatkan amanah untuk mengajar Pancasila dalam dua tahun terakhir, padahal dia tidak berlatar belakang pendidikan Pancasila. “Saya merasa butuh ilmu lagi dan saya berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut,” terang Abdillah..

Ditemui terpisah, Pinem, peserta dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, menegaskan, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila seharusnya menjadi pijakan bangsa Indonesia. “Tetapi sebaliknya, Pancasila secara tidak kita sadari, semakin jauh dari perilaku kita. Mirisnya lagi, Pancasila semakin teranak tirikan dalam berbangsa dan bernegara,” tutur Pinem.

Lebih lanjut, Pinem menyatakan saat ini kehidupan semakin pragmatis, kapitalis, dan liberalis sehingga menjauhkan masyarakat dari nilai-nilai Pancasila. Cita-cita reformasi semakin keluar dari jangkar peradaban dan keadaban. Dia memandang sudah saatnya Pancasila menjadi “tenda” dalam berbangsa dan bernegara dalam menangkis semua ideologi yang datang dari luar dan menjauhkan kita dari akar-akar kemanusiaan yang majemuk dan multikultural.

Pinem berharap selain Pendidikan Pancasila dengan sistem pembelajaran aktif, Pancasila juga dapat dijadikan sebagai penggerak masyarakat untuk menjadikan nilai-nilainya menjadi laku. Dengan demikian, kesatuan antara kata dan laku betul-betul menjadi aksi nyata. Pelatihan ini juga diharapkan bisa menjadi resonansi ke seluruh kampus dan sekolah-sekolah yang ada di Indonesia. 

Baca juga: PSBPS UMS Menyemai Nilai Luhur Pancasila di Sumatera

Roadshow PSBPS sebelumnya telah dilaksanakan di beberapa daerah di Indonesia, yakni wilayah Jakarta dan Jawa Barat (Universitas Muhammadiyah Jakarta), wilayah Kalimantan (Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur), wilayah Sumatra (Universitas Jambi), dan wilayah Jawa Timur dan Indonesia Timur (Universitas Muhammadiyah Surabaya).


Penulis: Tim PSBPS UMS

Editor: Gede

Lebih dekat dengan pusat studi.

Penelitian

image-featured
17 Juli 2026

Dari kotoran domba, lahirlah pupuk organik kaya nutrisi untuk tumbuhan lewat bantuan “maggot”. Mengedepankan pemberdayaan masyarakat dan “zero waste”.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
sdgs-badge
image-featured
19 Juni 2026

Antibiotik termasuk obat keras yang seharusnya tidak diperjualbelikan bebas. Menyimpan sisa dan mengonsumsinya bisa memicu resistensi.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
23 Mei 2026

Waham magis-mistis menjadi salah satu gejala yang dapat muncul pada pasien skizofrenia. Perlu pendekatan komunikasi terapeutik untuk menggali masalah pada pasien dengan gangguan jiwa.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.