Praktikum merupakan salah satu bentuk kegiatan belajar yang sangat penting bagi mahasiswa. Begitu pula dengan aktivitas riset yang memerlukan alat-alat laboratorium yang mumpuni. Tanpa adanya dukungan fasilitas kampus seperti laboratorium yang memadai, pembelajaran tak dapat berlangsung secara optimal, terutama pada disiplin ilmu yang menuntut pemahaman melalui percobaan dan pengamatan langsung.

Dalam hal ini, Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) telah menghadirkan fasilitas laboratorium bernama fisika bangunan. Laboratorium tersebut sudah berdiri sejak tahun 2000-an awal, yang artinya laboratorium fisika bangunan telah beroperasi cukup lama dan melalui beragam pengembangan untuk menyesuaikan perkembangan ilmu dan pengetahuan. 

Laboratorium fisika bangunan di UMS dirancang untuk memenuhi berbagai keperluan praktikum mahasiswa, khususnya berkaitan dengan analisis fenomena fisika yang memengaruhi bangunan.


Gambar server Real-Time Analyzer (kiri) yang digunakan untuk menganalisis serat material dan simulasi arah datang sinar matahari (kanan). Humas/Imam Safi’i

Menurut Kepala Laboratorium Fisika Bangunan UMS, Dr. Ir. Dhani Mutiari, M.T., laboratorium tersebut memegang peran strategis dalam mendukung proses belajar-mengajar serta penelitian mahasiswa. Fasilitas yang disediakan mencakup berbagai alat ukur dan simulasi yang mendukung pengujian terkait fisika bangunan.

"Dalam laboratorium ini, kami berupaya menyediakan alat-alat yang relevan dengan kebutuhan akademis, seperti praktikum maupun riset mahasiswa. Biasanya mahasiswa yang menggunakan lab ini berasal dari mata kuliah Fisika Bangunan, Arsitektur Hijau Tropis, Teknologi Material, dan Seminar Penelitian," ujar Dhani. 

Menyikapi kebutuhan yang terus berkembang, Dhani juga menyinggung komitmen pihak fakultas yang terus melakukan upaya peningkatan fasilitas dan peralatan yang tersedia, termasuk pembaruan alat-alat yang sesuai dengan perkembangan teknologi terbaru di bidang arsitektur.

Selain digunakan untuk berbagai praktikum, laboratorium ini juga menjadi wadah bagi para dosen melakukan riset bersama mahasiswa, baik untuk keperluan tugas akhir maupun proyek kolaborasi yang berfokus pada isu-isu seperti kualitas lingkungan dalam ruang hingga pemanfaatan material ramah lingkungan.

Baca juga: Hidupkan Limbah Plastik Jadi Rumah Layak Huni

“Baru-baru ini, kami mendapatkan empat alat baru hasil hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka dosen tahun 2024,” imbuh Suharyani, selaku penanggung jawab laboratorium fisika banguna yang turut kami wawancarai, Kamis (26/9/2024).


Beberapa alat pengukur yang menjadi fasilitas pendukung di laboratorium fisika bangunan UMS. Humas/Imam Safi’i

Suharyani menjelaskan bahwasanya laboratorium fisika bangunan memiliki alat-alat yang cukup banyak, seperti higrometer, termometer, anemometer, delta ohmmeter, multifunction meter, lux meter, sound level meter, dan banyak alat pendukung lainnya berfungsi untuk mengukur suhu, kebisingan, dan pencahayaan. Selain itu, laboratorium juga memiliki server Real-Time Analyzer (RTA) yang digunakan untuk menganalisis serat material, alat yang sangat mendukung riset di bidang teknologi material bangunan.

“Jika mahasiswa mau pinjam alat, biasanya hanya dikenakan biaya sekitar Rp7.000 saja. Karena tujuannya bukan semata-mata untuk pendapatan, tapi untuk memotivasi mahasiswa supaya giat berkreasi mengembangkan riset atau inovasi yang punya daya guna dan manfaat,” ungkapnya.

Salah satu pengguna lab Fisika Bangunan, Herdiwan Bernaldi atau yang kerap disapa Aldi, mahasiswa Arsitektur UMS mengatakan keberadaan laboratorium Fisika Bangunan sangat membantu dalam mendukung proses belajarnya dan teman-teman mahasiswa lainnya. Ketersediaan alat-alat di laboratorium pun menurut Aldi sangat lengkap. 

"Saya dan teman-teman biasanya melakukan praktikum dan penelitian, seperti mengukur kenyamanan termal atau kebisingan. Dukungan alat-alat di lab tentu sangat signifikan bagi kami untuk menciptakan desain bangunan yang baik dan layak huni," ujar mahasiswa semester 7 itu.


Beberapa produk batako yang dihasilkan mahasiswa Arsitektur UMS dari limbah sekam padi dan plastik warna. Humas/Imam Safi'i

Aldi yang kini telah memasuki semester akhir, menyoroti peran penting laboratorium dalam mengembangkan kemampuan praktis mahasiswa.

“Jadi, ya, lab fisika bangunan ini benar-benar mempersiapkan kami dalam mendalami aspek-aspek teknis bangunan yang mungkin tidak bisa didapatkan selama belajar teori,” pungkas Aldi.


Penulis: Genis Dwi Gustati

Editor: Al Habiib Josy Asheva

Kiprah

image-featured
9 Mei 2026

Tulisan opini dan esai menjadi medium Farhan Abadie untuk mengeluarkan keresahannya. Meraih juara dan terbit di media massa nasional.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
7 Mei 2026

Seorang dokter tak hanya dituntut cermat mendiagnosis, tetapi juga piawai memahami pasien secara utuh. Itulah alasan Yusuf Alam Romadhon merintis Prodi Kedokteran Keluarga Layanan Primer di UMS.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
image-featured
1 April 2026

Pengalaman Salsabila Khoirun Nisa terjun langsung ke masyarakat membentuk minatnya menjadi surveilans epidemiologi dan pencegahan penyakit berbasis data.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.